Minggu, 14 September 2025

Sembahlah Salib Suci

 

Injil Yohanes 3:13-17

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah menganuhgerakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal. Yoh 3:16)

Menurut Kita, apakah salib itu?  Pertanyaan ini mungkin mudah, tetapi bisa juga merupakan pertanyaan yang sulit untuk di jawab. Setiap orang yang menggunakan salib di leher punya makna tersendiri untuk pribadinya. Ada seorang suster selalu membawah salib di sakunya.  Ketika ditanya mengapa suster selalu membawa salib di saku? Ia akan menjawab dengan sederhana, bahwa salib merupakan kekuatannya. Tanda salib, dia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.  Salib membuatnya kuat dalam melayani, dan menjalankan panggilan, dan juga membuatnya tenang.

Sebuah pengalaman pribadi ketika hendak melakukan perjalanan ke Jakarta. Dalam ruang tunggu di bandara Surabaya,  sambil duduk menunggu jam keberangkat yang tertunda masin empat jam perutku sudah mulai lapar. Mau makan tidak tau harus berbuat  apa karena baru pertama kali melakukan perjalanan, apa lagi sejak pagi belum menikmati sarapan sehingga perut terasa perih. Tiba-tiba datang seseorang berperawakan tinggi sambil memegang sebuah kotak berisi makan menghampiriku. Sambil bertanya padaku, “ Apakah tempat disampingku ini tidak ada yang menempati,” Jawakku tidak ada. Akirhnya di persilakan untuk duduk. Sambil membuka kotak makanan yang dipegang, sebelum makan ia membuat tanda salib pada makanan itu. Saya pun memberanikan diri untuk bertanya padanya, “ Apakah bapak seorang pastor, ”Jawabnya kamu tau dari mana. Sambil bercerita saya mengatakan yang memberi berkat salib hanya tangan yang terurapi.  Saya juga seorang awam katolik. Sambil menikmati makanan, ia juga berjalan ke sebuat tempat yang agak jauh dari posisi kami duduk. Sekembalinya ia membawah sebuah kotak makanan untukku dan mempersilakan untuk makan.

Pernahkan kita memandang salib dan bertanya, “ Tuhan Yesus, mengapa engkau rela disalibkan?” Jika pertanyaan itu muncul maka kita akan membuka sebuah dialog dan bercakap-cakap dengan Yesus sendiri.

Dalam tradisi Ignasian,  St. Ignasius melalui Latihan Rohani selalu mengajak orang untuk masuk kedalam sebuah dialog dengan pribadi Yesus. Dialog ini adalah tindakan dua arah antara diri orang itu dan Tuhan. Bermeditasi didepan salib, dan bertanya kepada-Nya sederhana, tetapi sungguh membuat saya merasakan ketenangan batin, merasakan ketidak berdayaan, perasaan bercampur aduk; Yesus secara personal melakukan itu untuk saya orang berdosa. Jangan takut lakukan ini juga untuk orang lain terutama doa untuk jiwa-jiwa yang terlupakan.

Salib menjadi sebuah kisah pengalaman iman yang personal. Kita jangan hanya menaruh salib tanpa sebuah perjalanan iman. Di dalam salib, ada kasih, suka cita, damai, namun juga ada ajakan untuk turut ambil bagian dalam pengalaman-Nya. Kita tentu sudah berbahagia karena diselamatkan, tetapi kita juga wajib menjadi penyelamat bagi yang lain seperti yang telah dilakukan Yesus kepada kita.

Menjadi pertanyaan, apakah makna salib bagi anda? Jadikan salib lebih bermakna dengan melihat itu dari pengalaman iman anda.  Punyakah pengalaman iman atas salib?

Tuhan memberkati kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar